Header Ads

Jalan Terang Menuju Kebahagiaan Hidup..?



DI antara amal-amal shaleh yang harus dilakukan untuk mencapai kebahagiaan dunia dan akhirat, di antaranya:

1. Taat kepada Allah. Dengan taat dan patuh kepada Allah di dalam menjalankan segala ajaran dan petunjuknya maka akan meraih kebahagiaan dunia akhirat (takwa).

2. Mengakui keagungan Allah, dengan sikap merendahkan diri dan mengakui akan kebesaran Allah dan kekuasaannya, maka akan mendapat kemuliaan.

3. Mengharap kasih sayang Allah. Senantiasa mensyukuri pemberian Allah, yang merupakan kasih sayang Allah sebagai harapannya.
ir pos

4. Berpegang teguh kepada petunjuk Allah. Orang akan selalu merasa memperoleh petunjuk dalam hidupnya, karena senantiasa berpegang teguh pada tali agama Allah.

5. Mengharap ridha Allah. Senantiasa perilakunya, sangat hati-hati dalam menjalankan sesuatu bagi kehidupannya hanya keridhaan-Nya yang diharap dari Allah SWT.

6. Mendekatkan diri kepada Allah (bertaqaraub) hidupnya senantiasa mendekatkan diri pada Allah walau di mana pun berada, hanya Allah yang dekat dengannya.

7. Ikhlas dan cinta kepada Allah. Apa yang dia lakukan senantiasa ikhlas karena Allah, karena dia cinta pada Allah dan Rasul-Nya. Maka hatinya akan senantiasa bahagia tenteram mempunyai jiwa yang besar menerima ujian Allah sekalipun.

Orang-orang yang mengerjakan amal shaleh akan mendapat pembalasan yang nyata di akhirat nanti. Allah SWT berfirman, “Barangsiapa yang mengerjakan amal-amal shaleh, baik laki-laki mapun wanita sedang ia orang yang beriman, maka mereka itu masuk ke dalam surga dan mereka tidak dianiaya walau sedikitpun,” (QS. An-Nisa: 124).

Dan Allah telah menyediakan kenikmatan yang lengkap dalam surga. Tersirat dalam firman Allah,”Dan sampaikanlah berita gembira kepada mereka yang beriman dan berbuat baik, bahwa bagi mereka disediakan surga-surga yang mengalir sungai-sungai di dalamnya,” (QS. Al-Baqarah: 25).
Baca Juga



Kedua, manusia harus mengikuti jejak Rasul

Keselamatan dan kebahagiaan manusia di dunia maupun akhirat tergantung semata-mata kepada kesetiaan dan ketaatan. Serta kepatuhan terhadap Rasul-Nya. Sebaliknya kesengsaraan, kegelisahan hati, jiwa menderita tergantung kepada keingkaran dan kebohongan menusia terhadap Rasul-Nya.
Lainnya dari Kategori ini


Rasulullah SAW menjamin umatnya masuk surga. Kecuali mereka yang ingkar terhadap ajarannya.

Ada empat azasnya

1. Azas aqidah. Aqidah yang benar meyakini hanya Allah segalanya yang telah menciptakan alam semesta. Kepada-Nya lah kita menyembah dan akan kembali. Azas aqidah ini laksana akar pohon jika rapuh, maka akan timbang pohon itu, Begitu juga sendi-sendi kehidupan manusia akan rusak.

2. Azas ibadah. Merupakan perpaduan antara keyakinan dan amalan yang nyata. Shalat. puasa, zakat, dan sebagainya.

3. Azas akhlak. Yang dapat memadukan kedua hubungan, baik habluminallah, habluminannas (etika berbicara, makan, bergaul, bertamu, jual beli, dan sebagainya).

4. Azas al-wala wal bara. Inilah dari seluruh tujuan yang dicanangkan dalam penanaman akidah dalam setiap pribadi azas ini menjadi barometer/ukuran utama dalam menilai keperibadian setiap muslim. Itulah yang dicontohkan Rasulullah SAW yang akan membawa kita menuju surga Allah. Allah SWT berfirman, “Dan tiadalah Kami mengutus kamu, melainkan untuk menjadi rahmat bagi semesta alam,” (QS. Al-Anbiya: 107).




SIAPA sih yang tidak ingin bahagia? Tentu semuanya ingin merasakan bahagia. Kebahagiaan menjadi tujuan dalam menjalani hidup ini. Kebahagiaan hidup adalah suatu gembok yang harus dibuka. Maka, kita perlu mencari kunci yang pas, untuk membuka gembok itu. Di sinilah, kita harus mencari jalan terang untuk menuju kebahagiaan hidup.

Allah SWT berfirman, “Dan di antara mereka ada orang yang berdoa, ‘Ya Tuhan kami, berilah kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat dan peliharalah kami dari siksa neraka’,” (QS. Al-Baqarah: 201).

Ayat ini berisi suatu doa yang pali baik untuk senantiasa dipanjatkan.

Pertama, memohon kehidupan yang baik di dunia dan akhirat.


Kedua, memohon dijauhkan dan dihindarkan dari siksaan neraka. Jadi intisari doa ini ialah kebahagiaan dan keselamatan di dunia dan di akhirat.

Agama Islam telah memberi petunjuk bagi manusia untuk mencapai kebahagiaan dunia akhirat ada dua jalan yang harus ditempuhnya. Yakni, mengerjakan amal shaleh (perbuatan-perbuatan yang baik) karena Allah dan berpegang teguh kepada petunjuk Rasulullah SAW. Dan mengikuti jejak Rasulullah untuk mendapatkan petunjuk, kebaikan dan keselamatan.

Allah SWT berfirman, “Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu,” (QS. Al-Ahzab: 21).

Rasulullah SAW bersabda, “Sesungguhnya aku diutus untuk menyempurnakan akhlak.”
Adapun akhlak yang mulia itu, yaitu:

Pertama, amal shaleh suatu perbuatan yang positif yang dapat memberikan manfaat dan kebaikan kepada orang yang mengerjakannya dan juga kepada orang lain (masyarakat). Yang akan mendapatkan penilaian dari Allah SWT dan Rasul-Nya serta orang mukmin lainnya.

Allah SWT berfirman, “Dan katakanlah, ‘Bekerjalah kamu, maka Allah dan Rasul-Nya serta orang-orang mukmin akan melihat pekerjaanmu itu, dan kamu akan dikembalikan kepada (Allah) yang mengetahui akan yang ghaib dan yang nyata, lalu diberitakan-Nya kepada kamu apa yang telah kamu kerjakan’,” (QS. At-Taubah: 105).
Baca Juga



Di antara amal-amal shaleh yang harus dilakukan untuk mencapai kebahagiaan dunia dan akhirat, di antaranya:

1. Taat kepada Allah. Dengan taat dan patuh kepada Allah di dalam menjalankan segala ajaran dan petunjuknya maka akan meraih kebahagiaan dunia akhirat (takwa).
Lainnya dari Kategori ini

2. Mengakui keagungan Allah, dengan sikap merendahkan diri dan mengakui akan kebesaran Allah dan kekuasaannya, maka akan mendapat kemuliaan.

3. Mengharap kasih sayang Allah. Senantiasa mensyukuri pemberian Allah, yang merupakan kasih sayang Allah sebagai harapannya.

4. Berpegang teguh kepada petunjuk Allah. Orang akan selalu merasa memperoleh petunjuk dalam hidupnya, karena senantiasa berpegang teguh pada tali agama Allah.

5. Mengharap ridha Allah. Senantiasa perilakunya, sangat hati-hati dalam menjalankan sesuatu bagi kehidupannya hanya keridhaan-Nya yang diharap dari Allah SWT.

6. Mendekatkan diri kepada Allah (bertaqaraub) hidupnya senantiasa mendekatkan diri pada Allah walau di mana pun berada, hanya Allah yang dekat dengannya.

7. Ikhlas dan cinta kepada Allah. Apa yang dia lakukan senantiasa ikhlas karena Allah, karena dia cinta pada Allah dan Rasul-Nya. Maka hatinya akan senantiasa bahagia tenteram mempunyai jiwa yang besar menerima ujian Allah sekalipun.

Tidak ada komentar:

Diberdayakan oleh Blogger.